Rabu, 23 Maret 2011

HAL YANG MEMBATALKAN SALAT

Dengan membaca takbirotul ihrom, pelaku salat telah memu-lai salatnya, dan sampai akhir salat
ada beberapa hal yang diharamkan baginya; yang jika dia melakukan salah satu dari mereka,
salatnya menjadi batal. Hal-hal yangmem-batalkan salat antara lain:
1. Makan dan minum.
2. Berbicara.
3. Tertawa.
4. Menangis.
5. Menyimpang dari kiblat.
6. Mengurangi atau menambahi rukun salat.
7. Merusak cara salat.


Hukum Hal-hal yang Membatalkan Salat
1. Berbicara
o Jika pelaku salat sengaja mengucapkan sebuah kata* yang dengannya ingin
menyampaikan suatu makna, maka salatnya batal.
o Jika dia sengaja mengucapkan kata yang tersusun dari dua huruf atau lebih, sekalipun
dengannya dia tidak ingin menyampaikan suatu makna, berdasar-kan ihtiyath wajib dia
harus (menyelesaikan salatnya lalu) mengulang dari awal.
o Selama dalam keadaan salat, dia tidak boleh meng-ucapkan salam kepada orang lain.
Akan tetapi, jika seseorang mengucapkan salam kepadanya, dia (pe-laku salat) wajib
menjawabnya dan harus mendahu-lukan kata salamnya, misalnya; “assalamu alaika”, atau
“assalamu alaikum”. Jadi, tidak boleh menjawab begini, “alaikum salam”.

2. Tertawa dan Menangis
o Jika pelaku salat sengaja tertawa dengan suara, maka salatnya batal.
o Senyum tidak membatalkan salat.
o Jika dia sengaja menangis dengan suara karena urusan dunia, maka salatnya batal.
o Menangis tanpa suara dan menangis karena takut Allah swt., atau menangis untuk urusan
akhirat tidakmembatalkan sekalipun dengan suara salat.

3. Membelakangi Kiblat
o Jika sengaja sedikit menyimpang dari kiblat sehing-ga tidak dapat lagi dikatakan bahwa
dia masih menghadap kiblat, maka salatnya batal.
o Jika lupa menolehkan wajah secara keseluruhan ke kanan atau ke kiri kiblat,* berdasarkan
ihtiyath wajib harus (menyelesaikan salat lalu) mengulangnya dari awal. Akan tetapi, jika
wajah tidak sampai ke kanan atau ke kiri kiblat, salatnya sah.

4. Merusak Bentuk Salat
o Jika pelaku salat melakukan sesuatu di tengah-tengah salatnya sehingga merusak bentuk
salat, misalnya; bertepuk tangan, melompat dan sebagai-nya, salatnya batal sekalipun
karena lupa.
o Jika dia diam di tengah-tengah salatnya sehingga tidak bisa dikatakan bahwa dia sedang
salat, maka salatnya batal.
o Membatalkan salat wajib adalah haram, kecuali dalam keadaan terpaksa seperti di bawah
ini:
a. Menjaga jiwa
b. Menjaga hakmilik
c. Menghindari kerugian jiwa dan harta.
o Membatalkan salat untukmembayar hutang boleh-boleh saja dengan syarat:
a. Orang yangmenghutangi menagih haknya.
b. Waktu salat tidak sempit. Yakni setelah mem-bayar hutang, dia bisa mengerjakan
salat ter-sebut pada waktunya.
c. Di tengah-tengah salat tidak bisa membayar hutang.
o Membatalkan salat demi harta yang tidak penting hukumnya makruh.


Hal-hal yang Makruh dalam Salat
1. Memejamkan mata.
2. Memainkan jari-jari dan kedua tangan.
3. Diam untuk mendengarkan pembicaraan orang lain ke-tika membaca Al-Fatihah, atau surah,
atau zikir.
4. Segala pekerjaan yangmerusak kekhusyukan dan ke-tundukkan dalam salat.
5. Menolehkan wajah sedikit ke kanan atau ke kiri, (karena bila berlebihan dapat membatalkan
salat).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar